*Aksara Cinta Maipa Deapati dan Datu Museng*
Datu: Maipa Deapati jantung hatiku. Kemarilah lelap di pangkuanku. Perkenankanlah saya malam ini mengenang kisah kita lagi sebelum esok gerilya perang kembali bertabuh di butta Mangkassara' ka. Maipa: Lupakan tetang hari esok Datu, mari kita sama-sama mengenang kisah itu. Di bawa temaram langit malam ini hanya ada kita Datu. Datu: Tahu kah kau Maipa, sejak lama aku telah memimpikanmu. Jauh... jauh sekali sebelum pertemuan kita di padepokan tua kakek saya sepulang kau belajar mengaji. Maaf telah lancang mengintipmu setiap kali pulang bersama dayang-dayangmu. Maipa: Saya tahu Datu, sangat tahu. Mereka seringkali menggoda saya perihal kau datu. Hingga saya mati penasaran seperti apa rupa dan sikapmu. Pemuda yang diam-diam mencuri pandang saya. Idola para perempuan tanah Sumbawa, yang saleh, taat beribadah, rendah hati, dan pandai silat. Datu: Kau terlalu berlebihan Maipa, saya hanya pemuda biasa. Anak gelarang yang secara adat tidak dapat bersejajar disanding dengan...