Permisi... Apakah Hatinya Sudah Terisi? -Picolo-
Di sebuah kedai kopi kecil yang lebih sering dipenuhi hujan daripada pelanggan, dua orang asing dipertemukan oleh kebetulan yang sederhana. Arka, lelaki empat puluh tahun dengan hidup yang belum benar-benar mapan, dan Nara, perempuan tiga puluh tahun yang sedang berjuang menenangkan ribut di dalam kepalanya sendiri. Mereka bukan dua orang yang sempurna, hanya dua hati yang sama-sama lelah dan diam-diam ingin menemukan tempat pulang. Arka: Permisi… ini kursinya kosong? Nara: Kalau untuk orang biasa kosong, kalau untuk orang yang suka pinjam uang, penuh. Arka: Tenang... saya cuma pengangguran, belum sampai tahap kriminal. Nara: Oh, jadi kamu jujur sejak awal, benar-benar langka. Arka: Aku percaya hubungan yang sehat dimulai dari kejujuran dan sebuah hitam manis Nara: Wah... berarti hidupmu sangat sehat. Arka: Tentunya, heheh Nara: Aku Nara. Arka: Arka. Pengangguran profesional, spesialis menatap hujan sambil pura-pura filosofis. Nara: Aku Nara. Spesialis overthinking dan pura-pura baik-b...