HATI YANG TERUS DI KHIANATI

"Sengaja ku tulis catatan ini malam hari,agar tidak ada orang yang tau bahwa aku telah gagal dalam perihal hati.
Setelah segala yang ku beri di khianati hingga membuatku seperti mati.
Kini... tugas hatiku telah selesai, harus gugur dari medan perang untuk memperjuangkan perasaan, setalah kau tembaki aku dengan ratusan amunisi perkataan,kau lempari aku dengan granat pengkhianatan tepat di markas hati yang dalam,hingga kau robek-robek seragam ketulusan.
Aku tak mengerti kau ini seseorang yang seperti apa?, kau ini manusia golongan apa? Dengan rasa tak bersalah kau terus saja menyerang diriku dengan peluru-peluru lara hingga aku pun kehilangan arah tak tau lagi harus kemana setalah hati ku berlumuran darah-darah luka.
Namun Aku akan terus berjalan dengan bekal luka mencari sebuah harapan yang bisa membalikan rasa, di lorong panjang kegelapan jiwa, walau harus dengan langkah yang terpatah-patah dan jebakan-jebakan sandiwara yang telah menunggu ku di depan sana.
Tapi semua itu tak akan membuatku terhenti karena Aku telah menguatkan tekat dan niat hati, agar aku tak masuk ke dalam tipu dayamu lagi, walaupun dengan kerasnya kau memanggilku untuk kembali.
Dengan serangan mematikan dari pengkhiatan yang kau beri hingga membuat pendengaranku tuli,hati ku tak ingin perduli pada bujuk dan rayumu lagi, biarkanlah aku terus berlari mencoba bebas dari rasa sakit ini.
Abby Juniardi
Pekan baru, 29 maret 2021
Komentar
Posting Komentar