DI CURANGI TAKDIR Goresan tinta hitam Oleh Papi_Radja dan Aurora senja
👦
Kini aku rasa waktu berputar melambat
Kala ku palingkan pandanganku yang kehilangan alamat
Karna seluruh prioritasku dengan sengaja menggugat, segala rindu yang hampir mengarat
Tentang engkau kasihku,,
Tentang kita yang tak bertemu di penghujung waktu
Tentang cerita silam yang membuat seluruh pengaharapan di masa depan tenggelam
Tentang ucapanmu akan menanti kepulanganku
Kasih,,,
Dengan tega kau hentikan detik-detik waktu yang masih membuatku merindu
Kini semua perlahan membunuh pengharapanku
👧
Hari itu, bagai kilat menyambar tubuhku
Seketika hancur hatiku hilang akalku..
Benarkah itu dirimu kekasihku?
Langitku menjadi kelabu atas kabar kepergianmu
Segala harapan dan impian luluh lantah
Segala yang ku genggam membuatku hilang arah hingga sistem pernapasan memaksaku terengah-engah
Apa yang bisa ku lakukan selain ikhlas, pasrah dan tabah?
Kedua orang tuaku membuat sekenario tentang kepergiamu dari hidupku
Hari ini kau kembali, berdiri mematung membisukan diri
Menagih janji yang belum sempat aku tepati
Sedangkan diriku sudah tak sendiri lagi
Kasihku..
Takdir mencurangi kembali
👦
Bukan takdir yang aku salahkan
Aku hanya menagih janji yang pernah kau ucapkan
Tentang kasih kita yang masih belum bisa beranjak pergi
Tentang rindu ini yang masih dengan sengaja mendatangi ruang sepi di hati
Aku senandungkan kembali do'a-do'a untuk mencurangi takdir yang menimbulkan rasa getir
Kasih,,,
Dadaku terasa sesak, kakiku tak mau beranjak dari bumi yang ku pijak
Ngilu itu bertambah ketika terlhat seorang anak berlari menjumpai tubuh yang aku kenali, tubuh itu tak asing lagi di mata ini, tubuh yang biasa ku peluk,
bahkan, dalam rantauan panjangku selalu bermain dipelupuk,
Mengapa kau ingkari janjimu,
👧
Kasih..
Maafkan aku. Sungguh ingin aku bersujud di kakimu.
Bukan maksud hati menghianatimu
Hanya saja tak ada kesempatan untuk memilih yang lain.
Debur obak di dadaku bergemuruh, ingin ku tolak namun lidahku keluh,
Perjodohan ini di luar kendaliku,
Hampir tak punya hak aku atas diriku
Andai saja.
Andai saja waktu itu kau datang tepat waktu,
Membawaku pergi, berlari, sembunyi dari kecurangan takdir ini
Mungkin saat ini, aku masih berdiri tegak menyombongkan diri menunggumu kembali
Ahh.
Sudahlah
Apa yang patut aku sesali.
Atau mungkinkah saat ini engkau masih bersedia membawaku pergi ?
👦
Aku kembali lagi untuk membawamu mengarungi mahligai yang membiru, bukan tampa restu
👧
takdir mencurangiku, aku dicurangi keluargaku
👦
Kau berjanji akan menatiku, ketika takdir memaksaku untuk berjalan menembus batas waktu
👧
Lupakah kau kasih, aku pernah memaksamu untuk membawaku bersamamu, aku akan bahagia besamamu walau tampa restu, tapi kau patahkan keinginanku,
Apa kau tau!!!
Mereka mengarang cerita tentang kepergianmu yang nyata
Aku ingin menjadi wanita biasa, ingin memeluk buah hati yang ku cinta, bahagia bersama pria pilhan mereka
Dalam keputus asaan aku berjalan, mendaki bukit-bukit tanpa pengharapan
Kasih,
Cinta kita yang mereka curangi
Rasa kita yang mereka dibatasi
👦
Bersih dan putih hati ini jangan diragukan lagi
Sebab, sejak kecil berteman dengan derita, selalu di basuh dengan air mata
Ketika beranjak dewasa, hidupnya selalu di sia-sia
Kau genangkan kembali lekuk pipiku
Bahkan, ini kali kedua kau buat aku menderita
Aku berada dirantau sana untuk mempersatukan rasa kita, yang selalu terhalang harta, karna aku orang yang tak berpunya
Dengan tersipu bahagia membawa rasa bangga, dengan membusungkan dada, lalu mendongkakan kepala, aku membawa berita bahagia, dari negri di sebrang sana
Tapi, apa yang aku dapatkan,
Sebuah penghianatan..
👧
Maafkan aku. Maafkan aku. Ampunilah diriku.
👦
Terlambat, kau sudah memutuskan harapanku, kau matikan rasaku, mengapa tak kau bunuh saja diriku?!
👧
Cukup!!
Ku mohon jangan berkata seperti itu,
Kau masih ada di hatiku, aku masih sangat mencintaimu.
👦
Untuk apa?? Untuk apa kau katakan aku masih dihatimu, sedangkan dirimu bersamanya, tubuhmu kau beri untuknya?!!
👧
Tolong
Sudahi perdebatan ini, ambil aku, bambil aku, bawa aku pergi dari sini..
👦
Aku bukan pria biadab, biarpun aku tak berpangkat tapi aku lelaki terhormat.
Tak mungkin ku kotori inai di jarimu, tak mungkin aku merusak pagar ayumu..
Sudah..
Biar aku kembali mengalah,,
Berjalan dgn langkah kaki yg melemah
Dan menyerah karna semua sudah tidak searah
👧
Sungguh, aku tak mengikhlaskan kepergianmu untuk kedua kali,,
Jika kau tak membawaku darisini, biarkan aku yang menghilang dari jagad ini..
Memilih mati, Membawa serta cinta yang kau tinggal pergi, menghunuskan pedang ke dadaku yang diamuk rasa kekecewaan, mengubur jasadku dalam lubang penyesalan..
Biar cerita kita tetap menjadi kenangan..
Abadi dalam ingatan..
Yaa biar kita bersama2 mati,,
Kau mati dalam kenestapaan hati..
Dan aku mati kembali ke pelukan illahi..
DI CURANGI TAKDIR
Goresan tinta hitam
lampung, jawa timur 05 des 2019
Oleh Papi_Radja dan Aurora senja
Komentar
Posting Komentar