AKU MASIH MENYALA"
*Tulisan Cinta Dalam Diam*
"AKU MASIH MENYALA"
Setelah tangis, hanya diam yang tersisa.
Tapi diamku bukan berarti sembuh.
Ia hanya tak lagi punya tenaga
untuk mengadu kepada dunia.
Rasanya seperti berjalan dalam kabut.
Setiap langkah adalah luka baru,
namun aku tetap melangkah bukan karena yakin,
tapi karena tak tahu lagi ke mana harus pulang.
Ada hari-hari di mana aku ingin menyerah.
Ingin menutup pintu yang selalu kubiarkan terbuka untukmu.
Tapi setiap kali kupejamkan mata,
bayanganmu masih memanggilku dengan sunyi yang tak bisa kutolak.
Aku masih menyala.
Tapi bukan nyala yang hangat.
Hanya bara kecil…
yang menyakiti diriku sendiri
namun tetap kupeluk,
karena di dalamnya ada namamu.
Apa kau tahu rasanya menjaga sesuatu yang tak lagi dijaga balik?
Seperti berdiri di ambang pintu
yang tak lagi kau lewati
namun aku tetap berdiri,
berharap satu hari… kau kembali lupa arah dan pulang ke hatiku.
Aku bukan lagi manusia utuh.
Hatiku bocor oleh harapan yang tak berbalas,
tapi entah mengapa…
aku belum bisa membenci.
Mungkin karena cinta ini sudah menjadi bagian dari diriku.
Bukan lagi soal kamu,
tapi soal bagaimana kamu tinggal di aku.
Dan aku…
masih memilih menyalakan cahaya kecil itu.
Bukan untuk menarikmu kembali,
tapi agar jika suatu saat kau menoleh ke belakang,
kamu akan tahu bahwa,
ada satu hati yang tak pernah benar-benar padam untukmu.
Siapa Aku
19 Juli 2025
Komentar
Posting Komentar