Dialog Script drama darah kami
(SFX buka pintu)
Bung Karto: deekk.... deek…nimas...
Nimas: iya mas, loh…mas kenapa? kok lesu gitu? Sini duduk dulu mas nya, Ini lagi peluk-peluk, ada apa mas?
Bung Karto: banyak masalah di tempat kerja dek, mas juga bingung mau menyelesaikannya dengan cara apa.. mas tu cape makanya mau peluk adek biar capenya hilang
Nimas: duhh…mas nya nimas tersayang…maaf ya mas, nimas cuma bisa nenangin mas aja dirumah, ndak bisa bantu apa-apa
Bung Karto: ndak papa lo dek, melihat istriku yang cantik ini saja beban mas sudah jauh berkurang Terima kasih ya sayang.
Nimas: ah… bisa aja mas ini, yaudah mas mandi dulu sana. nimas mau buatin kopi buat mas , setelah itu mas cerita ya sama nimas tentang masalah di tempat kerja tadi, siapa tau nimas bisa memberikan Solusi, jangan ndusel-ndusel gini ah, nimas geli mas
Bung Karto: adek gitu sama mas, suaminya cape juga…ya udah mas mandi deh, tapi gimana kalau mandinya bareng aja hehe... sudah lama lo dek kita ndak mandi bareng hehe…
Nimas: ih… mas nakal… udah udah sana mas mandi dulu. nanti nimas ndak bikini kopi lo
Bung Karto: hehe.., iya dek nimas yang paling cantik…muaachh…
(bs kecil ke besar tambahin sfx keluar kamar mandi)
Bung Karto: akhir seger juga setalah mandi….Nimas kopinya sudah dibuatkan belum?
Nimas: Sudah to mas ini kopinya silahkan diminum
Bung Karto: makasih ya dek (sruput kopi) ah… duh kopinya manis banget semanis istriku ini hehe..
Nimas: mas bisa saja merayunya, jangan muji nimas gitu, nimas jadi malu
Bung Karto: Ya gimana to dek, kan kamu istriku. Masak muji istri sendiri aja ndak boleh
Nimas: ah mas ini bisa saja, ada apa mas? Kok tadi panik gitu?
Bung Karto: Oh ya dek sebenernya mas mau Cerita sama adek, sebelum itu sini dulu duduknya deketan sama mas, kan bisa sekalian bisa nyender sama adek hehe
Nimas: Iya iya… nih nimas deket banget sama mas. mas mau cerita apa, ngomong aja jangan dipendam sendirian ya mas
BINTANG KECILKAN BS PELAN2
GANTI BS SEDIH BS 04 DI PUTAR BM
Bunng Karto : Jadi sebenarnya negara kita sudah tidak aman dek. mas dengar kabar dari mata-mata negara kita, Bahwa negara kita akan dijajah oleh belanda, mas bingung menyelesaikan masalah ini, apa lagi berita ini datang nya mendadak dek
Nimas: Astaga mas, mas tenangkan diri dulu yaa, Kita pasti akan baik-baik saja
Bung Karto: Mau baik-baik saja gimana loh dek, perkiraan seminggu lagi mereka datang, semuanya sudah mau menyerang kita ini. dek kalau seandainya mas tidak kembali dari medan perang, maafkan mas ya dek
Nimas: Mas jangan bicara seperti itu, mas harus yakin bisa melawan mereka dan kembali dengan selamat
Bung Karto: Tapi kan kita tidak tahu ke depannya gimana dek, apalagi pasukan dan perlengkapan kita tidak sebanyak mereka, mas sangat resah karena persediaan yang senjata kita punya tinggal sedikit setelah melawan jepang
Mas mohon izin ya dek, mas akan memimpin peperangan ini. karena jiwa mas untuk Indonesia dek, mas tidak ingin Indonesia dijajah lagi
Nimas: Iya mas, Nimas selalu mendoakan yang terbaik buat mas, apapun yang mas lakukan untuk negara Indonesia
Tapi….Nimas ndak mau ditinggal sendirian mas,,.mas harus janji sama nimas untuk pulang setelah peprangan ini, apa lagi nimas sekarang lagi megandung anak kita, nimas takut ketika anak kita lahir tapi dia tidak bisa melihat bapaknya
Bung Karto: Maafkan mas ya dek, tanggung jawab mas sangat besar untuk negara ini, ribuan nyawa dan masa depan Indonesia yang jadi taruhannya, mas mohon…
Nimas: hiks… hiks… baiklah mas, dengan berat hati, nimas merelakan mas untuk berperang, berjuanglah, untuk rakyatmu…doa nimas selalu mengiringi kemana pun kaki mas melangkah, dan nimas mohon pulanglah dengan kata mendeka untuk nimas
Bung Karto: terimakasih sayang, mas janji untuk berjuang dengan semua yang mas punya, dan mas pastikan mas pulang dengan membawa kemerdekaan.
Komentar
Posting Komentar