GARUDAKU TERLUKA By Tanpa nama

 GARUDAKU TERLUKA


Garudaku terluka ma,

Taklagi di anggap ada,

Oleh mereka yang tau perjuangan bangsa,

Garudaku tak lagi bertengger disana,


Kini banyak yang tertunduk,

Terpuruk meratapi sibuk,

Tak bersaudara yang ada hanya kompetisi korupsi saja,

Mengumbar janji yang takkan terpenuhi,



Di mata ini ma,

Aku menyaksikan, anak sd mengganti oksigen dengan lem,

Aku menyaksikan, anak smp melinting ganja,

Aku menyaksikan, anak sma dan sepantarannya berkompetisi mengadu ilmu kebalnya,

Turun kejalan dengan parang mencincang teman seangkatan,

Aku menyaksikan, universitas hanya menjadi ajak gegayaan pamer kekayaan.

Garudaku terluka ma,



Moral punah hanya untuk kuasa,

Tirani mulai merajalela,

Menikam semua yang melawan,

Mengasingkan semua yang menuntut keadilan,

Kesejahtraann hanya menjadi momok abadi negeri ini,

Sedang para pengatur negeri sibuk berdemokrasi,

Mengatur strategi untuk mendapat komisi tertinggi,

Berpesta bersama tikus berjubah kuasa,

Hakim jaksa bersandiwara di atas palunya,

Garudaku terluka ma,



Pengangguran subur populasinya,

Tempat tinggal dalam ketakutan kan diratakan,

Pendidikan moral tak lagi ber imortal,

Peraturan makin berutal,

Mencekik kebebasan,

Orang benar di beri kebencian,



Sore tadi ku temui,

Gadis sma mati di cabuli,

Diatas makam ibu pertiwi,

Tanah ini berkali kali disodomi,

Atas nama investasi,

Mengubur bangsa sendiri untuk negeri,


Garudaku ku tak lagi berdiri,

Tamengnya lepas oleh manipuasi,

Para penguasa asik bertaruh kolusi,

Memecah bhineka tunggal ika kami,

Kelaparan mejadi samtapan paling mengenyangkan negeri ini,

Kemiskinan menjadi penyegar dahaga kaum kolong jembatan,

Pengamen dan asongan menjadi penghias terotoar jalanan,

Jerit psk malam menjadi musik mengantar kebodohan,

Laki laki menyulap diri menjadi cantik berkali kali,

Lalu menjajakan diri,

Sangking frustasi dan di hantui gengsi,

Gadis kecil itu mewarkan diri,

Negeri macam apa ini,

Dimana garudaku kini?,

Apakah telah di kubur dan di mutilasi bangsa sendiri,

Ma, dimana garudaku yang terluka?

Aku tengah mencarinya yang dulu perkasa bersama 5 silanya.



Didalam bilik bilik senja,

Investor dan tirani asik berdiskusi,

Di ranjang bangsa sendiri,

Asik menyodomi tanah ibu pertiwi,

Hingga melahirkan gedung tinggi,


Berdiskusi untuk ekonomi negeri,

Namun lupa nasif bangsa sendiri,

Para imigrasi berpakaian rapih berdasi,

Anak negeri bernyanyi di bis bis malam ini,

Baju koyak menjadi korban prostitusi ekonomi negeri ini,


Dibawah bintang langit malam,

Nampak manusia berdasi menjajakan harga diri,

Pada para tirani, untuk memuaskan nafsu kantong pribadi,



Negeri prostitusi,

Semua dijual disini,

Mulai dari harga diri untuk gengsi,

Kursi tuk menyetir negeri ini,

Jabatan tuk umbar janji,

Hingga kekuasaan tuk di sodomi ekonomi,

Bahkan hukum pun jadi mainan paling seksi,

Asal ada ini (uang) puaslah birahi para tirani.



Sulawesi 30 juli 2019

GARUDAKU TERLUKA

Kumpulan puisiku

By Tanpa nama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DARI AKU YANG HAMPIR MENYERAH

izinkan aku bahagia Karya Pengagum

Kamu Tidak Harus Menjadi Seseorang