Kekasihku (jendela tua) Sudah tak beraturan Palembang_Npk

 Npk : Hei kasih?


Jendela tua : hi pemilik rindu , salam menuju senja?


Npk : Apa disana hujan  ?


Jendela tua : Tidak kasih, disini cerah,

hanya hatiku kelabu merindu ?

Bagaimana disana?



Npk : Disini mentari bersinar dengan gagah nya

Sedikit tertutup pepohonan yang menghalangi nya

Satu jam berlalu aku menatap nya ,namun

Terasa begitu sendu.

Dengan rintik rintik hujan yang samar


Jendela tua : Kemarilah kasih, 

Mungkin aku tidak dapat meredakan hujan yang turun, tapi aku mampu menemanimu hingga semua berlalu...


Npk : Kasih

pundakmu cukup nyaman saat ini

Aku pun tak ingin membiarkan rintik rintik nya berlalu begitu saja

Biarkan dia yang hilang kembali memeluk ku sebentar.

Sebelum aku kembali tersambar gemuruh kehilangan yang menyakitkan


Jendela tua : bersandar lah ditubuh tua ku ini


Npk : kasih sejak hitungan tahun yang lalu, telah kuputuskan untuk menyerahkan hatiku pada tubuh tua mu

Ribuan lembar kisah telah membuku padamu,

Kasih.

Mengapa dunia selalu menundukkan kepala ku,

Sedari dulu aku selalu mengalah pada nya , merelakan kehilangan,mengabaikan kelaparan , membunuh rasa lelah, membiarkan perih luka pada dada, 

Mencintai kebencian , memeluk tangis dalam kesendirian , dan sekarang aku kembali terjatuh dalam angan


Mengapa kasih?


Jendela tua : Menangis lah ,


Npk : Apa lahir ku hanya mesin percobaan

Untuk merasa segala rasa, bukan kah ketika kehilangan akan digantikan dengan kebaikan

Bukan kah setiap perpisahan ada pertemuan yang membahagiakan

Bangsaaatttttttttt!!.

Hidup ini sungguh penuh tikaman dengan bidikan panah yang menancap tepat pada kematian

.

Sungguh , aku perlu pelukan dari kesunyian dalam hening yang kurasakan,

aku perlu kecupan untuk nyaman nya pembaringan

Wanita yang kesebut ibu dan laki laki yang panggil ayah 

Tak pernah ku tau keberadaa nya.

Dia yang kusebut kekasih telah pergi dengan keegoisan nya nya.

Dan dia yang kuinginkan sebagai teman ikut menghilang karna merasa ketidak pantasan nya bersamaku.


Dimana aku harus berlindung,

Dimana  letak teduh nya pohon rimbun yang diAgungkan sebagai keluarga

Dimana ???


Jendela tua :  kekasih ,

Kau cukup pintar dalam segala hal, berbagai kesibukan dunia berlalu dalam genggaman

Kau hanya perlu diam dan menghapus air matamu

Iyaa ,

Kau benar , dunia selalu menundukkan kepala ,

Kau tau kenapa ?

Sebab  kau bukan penduduk nya

Langit , malam , kereta ,sungai , angin , gunung dan manusia  iri padamu

Mereka tau , 

Dirimu adalah bidadari yang dibiarkan berada diibumi untuk diperlihatkan kepada yang lain.

Agar mereka kembali dengan segala kebaikan.


Kekasihku (jendela tua)

Sudah tak beraturan

Palembang_Npk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DARI AKU YANG HAMPIR MENYERAH

izinkan aku bahagia Karya Pengagum

Kamu Tidak Harus Menjadi Seseorang