Ruang kedua Karya : Khoirul Trian

 *Ruang kedua* 


Karya : Khoirul Trian



Teruntuk kamu jika pulangmu menyenangkan, baguslah.

 Aku turut bahagia ; karena aku bukan rumah aku hanyalah ruang kedua , yang jika kau sedih kau bisa pakai pundak ku sebentar untuk bersandar

 Yang jika kau marah ada badan yang selalu siap untuk kau jadikan pelampiasan.

Setidaknya karena hadirku aku bisa menampungmu sejenak; meski hakikatnya aku bukan jalan pulang yang kau tuju.

 Tapi dalam perjalanan pulangmu, mungkin kau lelah kau bisa mampir sejenak untuk bertamu. Aku selalu terbuka untuk hati yang tidak pernah bisa aku miliki; sekalipun hanya sebagai penanda air mata.


Aku percaya kau akan lihat jika kau tumpahkan itu semua bersamaku.

Memilikimu bukan keahlianku, mencintaimu juga bukan kewajibanku; biar semua bertahan dan berjalan pada posisinya masing-masing 


Dimana kau adalah miliknya dan selamanya akan tetap begitu.

 Jika nanti kau sudah jarang mampir ke ruang keduamu; biarkan aku yang tetap merindu ya, hanya rindu yang bisa terbang menuju helai rambutmu, anggap saja itu tanganku yang sempat memberikan sapuan terhangat di pipimu, yang sampai selama ini tidak pernah bisa aku miliki lagi.


 Kau tahu aku senang bisa menjadi ruang kedua untukmu; karena aku suka melihatmu tersenyum di sini.

 Setidaknya aku bisa menatapmu sedikit lebih dekat; sebuah senyum yang selalu menenangkan, akan tetap tinggal di ruang ini percayalah aku tidak akan berusaha memilikimu aku sadar di mana posisiku saat ini.

 Aku tidak sedangkal itu untuk berebut hati, tapi aku juga tidak bisa membiarkan matahariku sendiri menangis.

 Kalau kau butuh kamu bisa datang kapanpun kamu mau,  jika nanti tangismu sudah berubah menjadi tawa; pulanglah itu bukan kewajibanku untuk menikmati tawamu.


Kau sejatinya sudah punya rumah dan aku hanya ruang kedua; namun jika rumahmu sudah tidak lagi nyaman kau boleh tinggal bersamaku di sini di ruang kedua.


Kalianda, 20 juli 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DARI AKU YANG HAMPIR MENYERAH

izinkan aku bahagia Karya Pengagum

Kamu Tidak Harus Menjadi Seseorang