Naskah dialog Merindukan anak Karya: aditya wahyu kurniawan & Dilla
Telpon berdering
Ayah: Nak, bagaimana kabarmu hari ini?
( Gimik batuk batuk )
Anak: Alhamdulillah baik ayah.. Kalo ayah gimana kabarnya?
Ayah: Ayah baik baik saja nak. Lalu bagaimana dengan kabar cucuku dan istri kamu di sana nak,
Anak : mereka semuanya baik baik saja ko yah ,
Ayah : syukurlah kalau begitu Nak, Oia nak rencana kamu kapan mau pulang?
Anak : aku tidak tau ayah emang nya kenapa yah ?
Ayah :
Nggak apa apa nak ayah cuma tanya saja
Anak : ayah sepertinya hari ini terlihat murung ada apa yah, ada yang menggangu pikiran ayah kah ?
Ayah : Nggak kerasa ya nak, sebentar lagi ternyata sudah mau bulan puasa
Apa kamu nggak ada rencana buat pulang dulu ke rumah ?
Anak: ( menghela napas ) aku pengen sih yah, tapi ?
Ayah : nggak bisa ya nak?
Anak : hufffh, kebetulan aku Di sini masih banyak kerjaan yah😢, setap hari aku selalu pulang larut malam karena lembur
Ayah : ayah mengerti nak,
Anak: tapi Sebenernya aku pengen banget pulang ke rumah kok yah, buat ketemu sama ayah
Ayah pasti kesepian ya yah semenjak nggak ada ibu
Ayah : iya nak, ayah cuma kangen sama kalian
Anak : ayah jangan khawatir ya, Aku janji sama ayah setelah semua pekerjaan aku selesai di sini,
Aku akan pulang kerumah dan tinggal bareng sama ayah
Supaya ayah nggak kesepian lagi
Ayah : ( gimic batuk ) betul ya nak, janji sama ayah
Anak : aku janji ayah
Tapi izinkan aku untuk menyelesaikan tugas aku dulu sampai selesai ya ayah
Ayah: yasudah nggak apa apa, ayah cuma rindu saja sama kamu dan yang lain nya
Anak : yah, maafin aku belum bisa pulang dalam waktu dekat 😢
Ayah : iya nak, nggak apa apa kok ( gimic batuk )
Andai saja waktu bisa di ulang seperti dulu ya nak saat kita kumpul bersama sama dulu saat ibumu masih ada hehee
Anak : ayah pasti kangen sama.ibu, jangan sedih ya ayah nanti aku ikutan sedih😢
Ayah : Ayah nggak apa apa kok Nak, sudah lebih baik kamu fokus saja sama pekerjaan kamu di sana ya
Ayah cuma sedang mengingat ingat saja saat dulu ibumu masih hidup
Biasanya setiap menjelang bulan suci ramadhan kita selalu rutin ziarah ke makam nenek sama kakekmu kan nak
Anak : ayah tunggu dulu di rumah ya sampai aku pulang, nanti kita pergi berziarah bersama sama kalau aku sudah ada di rumah
Ayah : iya nak,
Anak : ayah lagi apa di sana ?
Ayah : ayah sedang memandang foto ibumu nak hehe
ibu mu itu cantik sekali
Ibu mu itu juga orangnya baik
Dia itu sayang banget sama kamu
Anak : ibu emang baik ya kan yah, makanya banyak yang sayang sama ibu
Ayah : iya ya nak,
Anak : ayah sudah makan belum ?
Ayah : sudah nak
Anak : jangan lupa di minum obat nya ya ayah
Oia Yah, aku mau cerita sebenarnya pekerjaan aku di sini lagi menumpuk di kantor
karena kan sebentar lagi kita kan mau memasuki bulan suci ramadhan
Jadi banyak banget kerjaan yang harus aku selesaikan
Ayah : ternyata anak ayah sekarang sudah besar
Kira kira kita bisa nggak ya kaya dulu lagi
Bisa kumpul bareng sama kamu di sini, di rumah ini
Anak : bisa ko yah, aku janji sama ayah kalau urusan aku sudah selesai di Sini aku akan segera pulang kerumah buat ketemu sama ayah
supaya kita bisa kumpul lagi sama sama
Pokoknya ayah jangan khawatir ya
Lagi pula Kita kan emang setiap lebaran
Selalu kumpul sama sama
Nanti saat aku pulang aku juga akan bawa anak anak dan istriku / suamiku untuk pulang ke rumah. Kok yah
Ayah: Ayah cuma merasa hidup ayah terasa sepi saat ini nak😢
Yah sudah nak nggak apa apa nggak usah terlalu di pikirkan ya
semoga semua nya berjalan lancar ya nak
apa pun yang kamu kejar dan cita-citakan bisa ter wujud
Semoga anak anak dan istri / suamimu selalu di beri kesehatan dan banyak rezekinya
Anak: makasih ya ayah doanya.. Ayah juga sehat sehat ya di sana
jangan keseringan ngopi dan ngerokok ya ayah tolong jaga kesehatan ayah.. ..
Ayah : iya nak,
(mati tlp)
POV Ayah : ( sambil memegang album foto keluarga)
Ayah sebenarnya hanya rindu nak
Ayah hanya ingin kamu pulang untuk menemani ku di masa tua
Ayah hanya takut tidak sempat melihat kalian lagi
Ibu ternyata anak anak kita sudah tumbuh dewasa..🥹
Anak anak kita sudah punya keluarga kecil dan kita ternyata sudah punya cucu yang cantik dan tampan 🥹
Tapi sekarang di rumah ini hanya tersisa ayah yang selalu sendiriian
Seperti orang asing dan selalu merasa kesepian
Tak ada lagi hidup yang sama seperti dulu🥹..
Jadi begini ya rasanya menikmati hari tua
🥹 sendirian ( Gimik batuk batuk )
(jeda) Gimic Bacsound
Narator : beberapa hari kemudian
Aku mendapatkan kabar duka dari kampung bahwa ayah telah meninggal dunia
Tanpa berpikir panjang aku dan keluargaku beserta anak anak ayah yang lainnya langsung bergegas pergi pulang ke kampung halaman untuk menemui ayah
Di pelataran rumah
Anak: 😭😭😭 yah, ayah
Ayah bangun yah
Ini aku yah
Ayah bangun yah
Ini aku sudah pulang yah
Ayah,
Ayahh... Ayahhh... Bangun yah
Ayah bangun
Kenapa harus begini 😢😢
Ayaaaah
Ayaaah
Ayaaaah bangun yaaah
Ayaaaaah
Anak: ayah kenapa di hari pertama puasa aku malah kehilanganmu.. yah
Anak: ayah kenapa ayah harus pergi tinggalkan aku.. sendirian yaah
Ayaaaah
Dulu ibu sekarang ayah juga pergi ninggalin aku
Ahhhhhhhhhhh ayaaah
Ayah 😭
Anak: apa kalian nggak suka melihat anak mu sukses di kota
kalian nggak seneng yah ketika aku punya kesibukan..di sana
Dulu ibu pergi meninggal kan aku karena penyakit cancer nya
Sekarang ayah.. Yang pergi meninggalkam aku karena penyakit jantung ayah yang kumat
Ayaaaah
Ibu
Sekarang Aku benar benar sendirian
Aku udah nggak punya ayah
Dan aku udah nggak punya ibu
Ayaaaaah
Ibu ( Gimik nangis )
Anak : apa emang aku nggak pantes buat hidup bahagia! ( Gimick teriak & nangis )
Kenapa sepertinya allah tidak adil kepadaku
Apa salahku ya Allah
Kenapa mereka semua yang aku sayang semuanya pergi
Apa aku di ciptakan hanya untuk melihat orang orang yang aku sayangi itu menghilang
Apa salah dan dosaku ya Allah
Apaa salahku ( Gimik nangis )
Merindukan anak
Karya:
aditya wahyu kurniawan
13 febuari 2026
Jam 10.10
Di sempurnakan dan di revisi oleh Dilla
15 feb 2026
Komentar
Posting Komentar