Azkadina, Perihal Sebuah Nama
Karya: Anom
Duduk aku menatap tubuh dari kejauhan
Kau terlentang mengangkang di ruang itu
Rasanya ingin kubelai dengan mesra, kekasihku
Aku pandang dadamu sambil merabanya, begitu lembut
Setelah kubelai kunikmati bulu-bulu di dadamu yang mungil
Oh ....
Tubuhku lelah sampai tertidur, tak sadarkan diri
Terkapar di atas ranjang
Terdengar lantang suara azan di telingaku
Aku terbangun dari tidur yang panjang
Kucari adamu di setiap ruang
Tak kutemu, lalu aku berteriak menggail-manggil namamu;
Azkadina-azkadina
Kemana dirimu Azkadina!
Mencoba ke luar rumah mencarimu dangan langkah setapak rindu
Sambil menyeru untai namamu Azkadina-azkadina!
Di pinggir jalan semua orang memandangku seperti orang gila
Parau dan ceracau, memanggil namamu,
Azkadina-azkadina...
Dimanakah aku 'kan mencarimu ...
Dalam putus asa yang merajam kalbu
Tak kutemu adamu, hingga kumasuki sebentuk tunggu
Di setiap zikir yang tubir, kudamba adamu hadir
Sebagai pembawa bahagia di segenap nadir
Azkadina! Azkadina!
Lalu kau datang, menghambur dalam dekap
Kupeluk adamu di rengkuh tubuh yang semula begitu pengap
Mengibaskan berjuntai harap yang semula terasa diperangkap gelap
Kini pijar bahagia telah sebenar lengkap
Surabaya, 13 Mei 2026
Komentar
Posting Komentar