Di balik RN pantai Timur



Di balik riuh RM Pantai Timur, di sela uap dapur yang menyengat,
Awalnya kupanggil kau Tante, dengan hormat yang amat sangat.
Kau koki yang cekatan, meracik bumbu dengan penuh wibawa,
Membuatku segan, menatap sosokmu yang tangguh menjaga jiwa.
Namun seiring waktu, saat pesanan tak lagi menderu kencang,
Sekat itu perlahan runtuh, rasa kagum mulai datang menjelang.
Panggilan itu berubah menjadi Kakak, terasa lebih hangat di hati,
Melihatmu tersenyum di balik celemek, membuatku ingin lebih mengerti.
Statusmu sebagai janda adalah bukti kau wanita yang mandiri,
Tak butuh sandaran semu untuk tetap tegak berdiri sendiri.
Tapi di sela bumbu dan kuali, kutemukan sisi lembut yang tersembunyi,
Sisi yang membuatku ingin menjagamu, hari demi hari.
Kini, tak ada lagi sekat, tak ada lagi panggilan yang jauh,
Di RM Pantai Timur ini, hatiku telah menemukan tempat berlabuh.
Kupanggil kau Sayang, saat kau lelah usai berperang dengan api,
Sebab bagiku, kaulah bumbu terindah yang melengkapi hidupku ini.
Tak peduli apa kata dunia tentang masa lalu yang kau punya,
Di dapur ini, kaulah ratuku, dan aku adalah pengagum setianya.
Dari rasa segan hingga cinta yang kini mengalir dengan tenang,
Kaulah koki hatiku, jandaku yang paling kucintai, wahai sayang.

Manado 29 April 2026
karya nofal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DARI AKU YANG HAMPIR MENYERAH

izinkan aku bahagia Karya Pengagum

Kamu Tidak Harus Menjadi Seseorang