PESTA ANJING
Karya: Arief Siddiq Razaan
Anjing-anjing berpesta
Ketika mayat-mayat dihidangkan di nampan belantara
Setelah jantung manusia yang tertembus peluru dibumbui bubuk mesiu
Dan pohon-pohon yang ditebang dijadikan kayu bakar
Serta koki-koki kerajaan dengan rompi baja memastikan darah masih segar
Ini program strategis kuliner katanya
Maka, koki berpengalaman datang membawa senjata api
Menyalakan hutan-hutan sebagai alat memanggang mayat-mayat yang semasa hidup diburu
Untuk jadi santapan cukong-cukong berdasi yang haus validasi dan eksistensi
Tak ada alasan menolak
Cukong-cukong yang lapar keserakahan sudah menunggu dikenyangkan
Karena matinya pejuang bumi ulayat
Barangkali bakal jadi menu program makan bergizi garuda yang patah paruhnya
Di negeri ini, urusan perut lebih penting daripada urusan otak
Maka jangan heran jika puluhan ribu kanak-kanak juga dipaksa makan bergizi garuda yang patah patuhnya
Daripada disekolahkan gratis biaya demi mencerdaskan kehidupan bangsa
Sebab lebih penting memiliki generasi doyan makan
Daripada generasi yang memajukan negara dengan kecerdasan
Karena memiliki anak-anak yang cerdas itu berbahaya
Di saat para tikus sedang sibuk menggerogoti lumbung-lumbung padi dalam istana
Di Papua, anak kehilangan ibu-bapaknya
Di ibukota negara, sarjana berijazah asli kalah saing dengan penguasa berijazah palsunya
Ketika di negara luar ketar-ketir harga dollar amerika naik
Justru pimpinan tikus malah asyik main akrobatik taktik
Bahwa rakyat cilik tidak terpengaruh nilai tukar dollar meski jungkir balik
Ha ha ha ha ha!
Benar-benar bajingan, bangsa ini di ambang kehancuran
Pejabat membangsat keparat
Rakyat sekarat hidup melarat
Dengan dalih investasi, bumi Cendrawasih dikangkangi
Bandit-bandit yang dilahirkan dari rezim penuh tahi
Jangan diam, bergerak dan bersuaralah dengan lantang
Kibarkan! Kibarkanlah bendera juang
Sebelum negeri ini berakhir mampus
Di tangan pejabat-pejabat yang tak becus mengurus
Jambi, 20 Mei 2026
Komentar
Posting Komentar