_Rubaiyat Cinta_



Pada rentang jarak yang tak beradu.
Dibulan yang purnama.
Pernah begitu banyak bahasa cinta
yang kuterbangkan dalam kisi kisi dindingnya.
Begitu banyak.

Mungkin serupa kalimat yang sudah sudah.
yang pernah dititipkan pada jendela lampau.
sebagai rubaiyat sunyi.
Sebagai huruf huruf yang tersayat,gagu bagai batu

Kekasih..
Bukan maksudku mewartakan kenangan kepenjuru semesta.

Bukan maksudku.

Namun rindu terus saja berteriak menggemakan cinta.

Kekasih..
Bukan angin..
Bukan pula udara..
Namun rindu jua lah yang meminangku Menyebut nyebut namamu.

Aku tak berdaya menahan kini.

Laku lidahku mengeluh,,duh
Sepenggal harapan telah runtuh.
menyerah dititik pasrah.
Tak mampu lagi memungut kata demi kata.
Maujud maknanya -- kini hilang dilangit langit pikiran.

Tangerang 24 mei 2025
Rubaiyat Cinta
Ditulis Kopi Tumpah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DARI AKU YANG HAMPIR MENYERAH

izinkan aku bahagia Karya Pengagum

Kamu Tidak Harus Menjadi Seseorang