TANGIS PUISIku_
Lihatlah puisiku..
Aku menangis..
Menangisi puisiku sendiri.
Air mata telah pecah.
Mata air puisiku.
Aku menuliskan puisi
yang lama melinang.
kuyup basah air mata.
Aku menuliskan puisiku.
Masih saja penuh tangis
Samar terbaca.
Seperti bayangan
pada cinta dan juga rindu
yang lama tabah
bersemayam dalam dada.
Aku memang bukan penyair yang mahir.
Bukan inginku membuat kau terpancing.
jelas saja kau tak terpancing.
Menangis membaca puisiku perihal tangis.
pandanglah wajah ini.
Ketika kau memintaku
jangan menangisi puisi.
Ketika itu pula
aku tersungkur,
rubuh dikoyak puisi ku
Tergelepar,
tergeletak.
Melinang basah mataku,
Basah hatiku.
Lihatlah puisiku
selalu seperti itu.
cemas dan penuh ketakutan.
Bola matanya menggumpal awan
Matanya hitam jelaga hutan.
Tiada sinar.
selayak kelam malam.
Lihatlah puisiku
Termenung.
Sendiri.
Melinang.
Menggenang tangis.
Tangerang 15-05-2026
Tangis puisiku
Ditulis: Kopi tumpah
_____
Komentar
Posting Komentar