SEMIOTIKA KEHANCURANSalman fastabiqul khairat ft. Yarana dwiazka
*L : Jengah ku mengurai satu persatu hati yang tak mampu bicara* P : Apa gunanya membuka, jika sebelum bicara bibir sudah dibungkam disuruh diam *L : Bangun tidur ku menangis hinaan dan dipaksa untuk baik-baik saja* P : Aku tidak baik-baik saja, buta kah matamu hingga tak melihat sayapku patah ? *L : Dari mulai rumah yang tak lagi ramah* P : Aku hanya ingin pulang mah... *L : Lingkungan apatis yang mengharuskan ku mengungsi di jembatan kumuh yang bertajuk gundah* P : Mengapa aku selalu gelisah ? kau pikir ini mauku, hah ?? *L : Mengapa yang kuharap baik selalu berbanding terbalik ?* P : Memangnya pernah takdir bicara baik-baik ? *L : Mengapa Orang-orang menolak sadar ketika aku jelas-jelas jatuh terkapar* P : karena yang harus dikhawatirkan semesta hanya lukamu saja *L : Sekian tahun ku pelihara nafas untuk bisa ku nikmati, tapi mengapa diam-diam angkara takdir seolah menuntut ku untuk segera mati* P : Mati sajalah !!! *L : Terkutuk Lah diri bila ku hanya ingin menjadi diri sendiri* P ...